Kamis, 03 Juli 2014

Solo Touring To Teluk Kiluan - Hunting Dolphin

Jumat, 31 Januari 2014, libur longweekend rencana awal touring rame2 bareng temen2 gue ke Ujung Kulon, tapi cuma heboh diawal doang, menjelang hari keberangkatan touring, pada ngilang satu2, akhirnya cuma gue seorang yang ready for touring, tapi bukan touring ke Ujung Kulon.

Gue yang memang uda mengalokasikan waktu libur longweekend, tetep pada niat awal gue yaitu TOURING, tapi berhubung temen2 gue batal ikut semua, akhirnya putusin buat SOLO TOURING TO TELUK KILUAN. Sekalian jauh aja nyebrang ke Pulau Sumatra, soalnya Si BLue_Wee juga belum pernah menjelajah daratan Sumatra, hehe. . .


Rute Ragunan (Jakarta Selatan) - Pelabuhan Merak (Banten)

Berangkat sekitar jam 8 dari daerah Ragunan, tujuan pertama gue Pelabuhan Merak (Banten). Sekitar jam 12an gue nyampe di Pelabuhan, langsung beli tiket (Harga Tiket Kapal Rp 40.000,-), naik kapal, nyebrang deh ke Pulau Sumatra, yeaaah \m/ Lama perjalanan kira2 3jam perjalanan laut :D


Isi Fulltank Sebelum Nyebrang :D


Suasana Di Atas Kapal


Rute Penyeberangan Pel. Merak - Pel. Bakauheni


Pelabuhan Bakauheni (Lampung)


Gerbang Selamat Datang di Provinsi Lampung

Tiba di Bakauheni sekitar jam 15.30an, istirahat bentar, lanjut jalan ke Kota Bandar Lampung, perjalanan sekitar 3jam. Kondisi jalanan bergelombang, mungkin karna yg lewat kebanyak truk2 gede ditambah kondisi tanah di jalanan itu yang labil.

Kira2 jam 5an sampe Kota Bandar Lampung, pengen maen ke rumah temen gue yang ada di Metro Lampung, tapi karna nyampe Metro Lampung uda kemaleman, akhirnya gue nginep deh di Mushola yang ada di SPBU Kota Metro Lampung, hehe. . . Ga keluar duit penginapan, gratis :))


Tidur di Mushola SPBU @ Kota Metro Lampung

Awalnya sih cuma gue doang yang tidur di Mushola itu, tapi pas gue kebangun malem2, ternyata ada beberapa orang juga yang tidur di situ, senasib nampaknya nih gue sama orang2 ini, hehe. . . Kondisi Mushola sih sederhana, tapi buat gue ga masalah, yang penting bisa dipake buat istirahat dan berlindung dari dinginnya angin malam.


Rute Pel. Bakauheni - Kota Metro Lampung

Pagi harinya, Sabtu (1 Februari 2014), gue maen ke rumah temen gue yang ada di Kota Metro Lampung. Buat gue, uda jauh2 sampe ke Lampung kalo ga mampir bentar ke rumah temen ituuuu. . . rasanya kurang sreg aja. Sebenernya dari malem harinya gue pengen nginep di rumah dia, tapi karna satu dan lain hal, akhirnya gue ga jadi nginep di sana :))

Terima kasih banyak untuk temen SMA gue, "Anggi" beserta keluarga yang sudah bersedia menerima dan menjamu tamu dari jauh, hehe. . .


Gue dan temen gue sama anaknya :))


Rute Metro Lampung - Teluk Kiluan

Ga berlama2 di rumah temen gue, soalnya masih harus melanjutkan perjalanan ke tujuan utama yaitu Teluk Kiluan. Perjalanan yang panjang menuju ke Teluk Kiluan, jalanan kelok-kelok, naik turun gunung, jalan alus sampe jalan ancur, ancur banget ada banget di Lampung.


Kondisi Jalan Menuju Teluk Kiluan


Pintu Gerbang Objek Wisata Teluk Kiluan

Setelah menempuh perjalanan panjang, sampe juga di TELUK KILUAAAAAN \m/
Pertama kali nyampe pantai di Teluk Kiluan, langsung istirahat di pantai, neduh duduk di warung yang ada di sekitar pantai. Nhah, ga selang lama, ada bapak-bapak nyamperin gue (namanya Pak Solhan) dan ngobrol sana-sini, akhirnya gue ditawarin kamar di rumah dia buat nginep, sewa kapal buat nyebrang ke Pulau Kelapa, sewa alat snorkeling. Tentunya semua dengan harga yang sangat murah, ya ditambah dari hasil nego, gue cuma keluar duit:
* Rp 50.000,- = Penginapan 1 malam (dapet makan gratis pula, makan bareng keluarga Pak Solhan)
* Rp 20.000,- = Nyebrang bolak-balik Pulau Kelapa (4x jalan)
* Rp 50.000,- = Sewa kapal buat hunting Dolphin


Me `n Mr. Solhan`s Family


Jalanan di Lokasi Teluk Kiluan

Mumpung cuaca saat itu cerah, gue langsung nyebrang ke Pulau Kelapa, ga pake lama deh langsung nyemplung ke laut. Asli bening air lautnya, jernih banget, makanya snorkeling ga perlu jauh2, cukup di sekitaran pantai Pulau Kelapa-nya aja.



Kondisi Pantai di Pulau Kelapa



Kondisi Karang Spot Snorkeling di Pulau Kelapa


Variasi Ikan Laut di Spot Snorkeling Pulau Kelapa


Narsis Mode On :x


Penginapan di Pulau Kelapa


Nge-Camp di Pulau Kelapa Diizinkan


Coba Cek TKP

Minggu, 2 Februari 2014. Berangkat pagi, subuh2 uda harus jalan, soalnya semakin pagi berangkat, semakin besar dan banyak kesempatan buat bisa liat lumba-lumba di laut bebas. Buat yang mabok laut, siap2 aja, soalnya ke tengah laut cuma pake kapal mesin kecil dan ombak tengah laut ga bisa ditebak. Meskipun kecil, kapal bisa muat 4 sampe 5 orang. 


Kapal Untuk Hunting Dolphin


Hunting Dolphin

Selesai puas Hunting Dolphin, gue diajak sama salah satu anaknya Pak Solhan ke satu objek wisata lagi di Teluk Kiluan yang namanya Batu Candi. Dikasih nama Batu Candi ya karena di lokasi itu ada batu yang bentuknya mirip kayak Candi. Gue jalan kaki ke lokasi Batu Candi, buat masuk ke lokasi itu ada tiket masuk Rp 2.000,- kalo naik motor Rp 5.000,-



Batu Candi


Penunjuk Lokasi Teluk Kiluan


Rute Awal Sampai Akhir





BLue_Wee in Action \m/


Sandal Jepit Kuning Hasil Pinjam dari Istrinya Pak Solhan :D


“Travel far enough, you meet yourself.”



Selasa, 01 Juli 2014

Galeri Indonesia Kaya (GIK) - Pertunjukan Saung Angklung Udjo

Sejak tahun 1992, Bakti Budaya Djarum Foundation telah mendukung lebih dari 1.000 kegiatan budaya dan telah menjalin kerjasama dengan para budayawan, seniman, dan kelompok kesenian dalam mengaktualisasikan gagasan kreatifnya. Pada tahun 2011, Djarum Apresiasi Budaya mulai menggiatkan dan fokus mendukung berbagai program seni pertunjukan Indonesia. Banyak karya telah dihadirkan dan mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari masyarakat.

Meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap seni dan budayanya belum disertai dengan ruang edukasi tentang budaya yang memadai. Galeri Indonesia Kaya digagaskan dan dibangun untuk menjadi ruang edutainment budaya berbasis teknologi digital yang dapat mendekatkan dan menyalurkan kreativitas berekspresi generasi muda dalam lingkup tradisi budaya nusantara.

Dengan teknologi digital, Galeri Indonesia Kaya mengemas budaya dalam unsur kekinian dan menyajikan informasi tradisi budaya dengan lebih interaktif dan menarik. Terletak di Grand Indonesia, galeri ini membawa tradisi budaya yang jarang tersentuh ke dalam ruang publik.

Dengan adanya Galeri Indonesia Kaya ini, bukan tak mungkin tradisi budaya yang kita pikir telah usang dan hilang ditelan waktu akan kembali lagi ke tengah-tengah kita. Bersama, kita tumbuhkan kembali semangat untuk menjaga budaya bangsa. Mencintai Budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.

Sumber : GIK


WAYANG !!! Indonesia Banget !!!


Lorong Pintu Masuk GIK - Wahana Sapa Indonesia


Wahana Melodi Alunan Daerah


Wahana Selaras Pakaian Tradisional


Wahana Jelajah Indonesia


Wahana Area Peraga Layar Telaah Budaya


Koleksi Cindera Mata Kerajinan Nusantara


Galeri Indonesia Kaya (GIK)

Pada jaman dahulu kala, instrumen angklung merupakan instrumen yang memiliki fungsi ritual keagamaan. Fungsi utama angklung adalah sebagai media pengundang Dewi Sri (dewi padi/kesuburan) untuk turun ke bumi dan memberikan kesuburan pada musim tanam. Angklung yang dipergunakan berlaraskan tritonik (tiga nada), tetra tonik (empat nada) dan penta tonik (5 nada).  Angklung jenis ini seringkali disebut dengan istilah angklung buhun yang berarti “Angklung tua” yang belum terpengaruhi unsur-unsur dari luar . Hingga saat ini di beberapa desa masih dijumpai beragam kegiatan upacara yang mempergunakan angklung buhun, diantaranya: pesta panen, ngaseuk pare, nginebkeun pare, ngampihkeun pare, seren taun, nadran, helaran, turun bumi, sedekah bumi  dll.

Jenis-jenis Angklung : Angklung Baduy, Angklung Buncis, Angklung Gubrag, Angklung Bungko, Angklung Modern (Padaeng).

Sumber : Angklung


Suasanan Pertunjukan Angklung Udjo @ GIK

Hal lain adalah pengembangan nilai-nilai yang berarti dalam didikan seni suara seperti:
  • Membangkitkan perhatian terhadap musik.
  • Menghidupkan musikalitas.
  • Mengembangkan rasa ritme, melodi, harmoni, dan lain-lain.
  • Hal lain yang tidak kalah penting adalah:
  • Pengembangan intelegensi.
  • Kreativitas, disiplin.
  • Sarana penyaluran emosi, ekspresi untuk kebahagian dalam bermain musik.
  • Serta melatih koordinasi gerak tubuh saat mengikuti irama musik dala rangka pengembangan syaraf psikomotorik.
  • Bahkan saat ini, di beberapa pusat kesehatan telah ditemukan penelitian bahwa angklung dapat menjadi terapi penyembuhan seperti yang diungkapkan di atas mengenai pengembangan syaraf psikomotorik.
  • Lebih jauh, melalui kesenian tradisional diharapkan akan dapat merangsang idealisme dan minat generasi muda terhadap eksistensi kesenian tradisional Sunda dan pelestarian lingkungan hidup.
Sumber : Angklung


Me `n Friends @ GIK

Saran dari gue, buat kalian yang bingung mau ngapain, kemana, mending datengin GIK, ga ada ruginya kesini, selain nambah wawasan, sekaligus bisa mengenal dan melestarikan kebudayaan Indonesia. Syarat masuknya ?? GA PAKAI BAYAR aka GRATIS !!!


Kalo mau lebih jelas dan lengkap silakan kunjungi  ~> GIK